
Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, menyebutkan, keberadaan Tim Asistensi Hukum Polhukam ini justru menunjukkan bahwa polisi tak berbuat semena-mena.
"Jadi jangan ada tuduhan Wiranto kembali ke Orba, Pak Jokowi diktator, enggak ada. Justru kehadiran ahli hukum ini membantu kami menjamin kami, bahwa kami bukan diktator. Kami hanya menegakkan hukum yang sudah kita sepakati bersama," katanya.
Wiranto mengaku dengan meminta pendapat dari para ahli merupakan bentuk pemerintah mendengarkan masukan masyarakat, sehingga pembentukan tim pemantau ini dipastikan untuk menjamin dan melindungi hak rakyat.
"Bukan Pak Jokowi sewenang-wenang. Kalau kita enggak melaksanakan itu berarti enggak melindungi masyarakat, berarti kita yang melanggar hukum karena sudah ada kewenangan, ada tugas untuk mengayomi melindungi masyarakat," paparnya.
Tim asistensi hukum yang mulai bekerja pada Kamis ini akan membedah setiap aktivitas dan aksi yang dianggap mempengaruhi situasi ketertiban umum.
"Mereka akan membantu untuk melakukan evaluasi apakah aksi yang sekarang sudah meresahkan masyarakat, itu sudah termasuk kategori yang bagaimana, pasalnya pasal berapa, mau diapakan," tutur Wiranto.
Wiranto juga membantah bahwa pembentukan tim itu bernuansa politis pasca-pemilu 2019.
"Ini bukan nuansa politik, ini nuansa hukum," ucapnya.
Baca juga: Nama-nama anggota tim Asistensi Hukum bentukan Kemenko Polhukam
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2019
Bagikan Berita Ini
7 Games Dalam 1 User ID Dengan Berbagai Bonus Menarik Menguntungkan Para Bettor, Yuk Jangan Mau Ketinggalan Bonus Menarik Dari Pokerayam.
ReplyDeleteBonus menarik untuk member setianya :
> Bonus New Member 10%
> Bonus Deposit Harian 5%
> Bonus Rake Back Mingguan
HUBUNGI KAMI:
LiveChat : www.pokerayam.top
WA : 0812-2222-1680
LINE : POKERAYAM