Search

Gelombang Mudik, Gelombang Berkah di Stasiun Senen

Jakarta, CNN Indonesia -- Musim Lebaran seperti saat ini, membawa berkah tersendiri bagi para pengangkut barang atau yang dikenal porter di Stasiun Pasar Senen. Tak terkecuali bagi Udin (48), yang sudah sebelas tahun berprofesi sebagai porter di stasiun tersebut.

Pria yang berasal Kebumen, Jawa Tengah itu mengatakan mendapat penghasilan yang lebih tinggi ketika musim mudik tahunan itu datang.

“Beda sama hari-hari biasa ya. Kalau hari biasa pagi sampai sore, Rp100 sampai Rp110 ribu. Rejeki kan nggak tentu. Lebaran ada peningkatan dikit lah," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/6).

Udin menuturkan, dirinya bekerja selama 12 jam sehari, dari pukul 07.00 WIB sampai 19.00 WIB. Sistem kerja para porter di Stasiun Senen dibagi ke dalam dua shift. Sedikitnya, ada 175 orang yang bekerja sebagai porter di salah satu stasiun tersibuk di Jakarta ini.

Dari pengamatan CNNIndonesia.com di lapangan, para porter langsung menghampiri penumpang kereta api dan langsung menawarkan jasanya. Mereka dengan cekatan, memanggul barang bawaan para penumpang.

Dari pintu masuk keberangkatan, mereka membawakan barang-barang penumpang sampai ke atas kereta. Namun, tak sedikit pula tawaran porter ini tak diminati pemudik yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Udin mengatakan dirinya pernah memiliki pengalaman yang unik, ketika  membawa barang bawaan dan terpisah dari pemiliknya. Karena harus bertanggung jawab atas barang tersebut, menurut dia, dirinya langsung menyerahkan ke petugas stasiun.

"Kami bawa barang penumpang terus nggak ketemu orangnya. Itu tanggung jawab kami. Terus kita serahkan ke kantor. Intinya pelayanan lah buat para penumpang," tutur Udin.

Sama seperti Udin, rekannya sesama pembawa barang, Rahmat Hidayat (35) mengaku mendapat hasil yang cukup lumayan dari pada hari biasanya. Rahmat mengaku sudah sepuluh tahun bekerja sebagai porter di Stasiun Senen.

Penambahan Kereta

Rahmat bekerja menjadi porter menggantikan ayahnya, yang sudah pensiun lantaran sudah sakit-sakitan. "Alhamdulillah, rejeki tambahannya banyak. Karena kan kalau Lebaran keretanya ditambah," kata dia.

Rahmat menyatakan, tak ada patokan harga yang dirinya dan rekan-rekannya lain berikan kepada para penumpang kereta. Menurut dia, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para penumpang memberikan berapa pun.

Dia mengatak pada umumnya, pengguna kereta yang menggunakan jasa porter memberikan imbalan sebesar Rp20 ribu. "Kami nggak pernah maksa, kalau mau ya udah, kalau enggak ya sudah kita tinggal. Malah kadang tiba-tiba ada yang nyuruh," tutur dia.

Stasiun Pasar Senen memang diserbu puluhan ribu pemudik untuk kembali ke kampung halamannya. Lebaran tahun ini bisa jadi tak hanya membawa kebahagiaan bagi jutaan umat Islam di Tanah Air. Tapi juga pada orang macam Udin dan Rahmat di Senen. (asa)

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Gelombang Mudik, Gelombang Berkah di Stasiun Senen : http://ift.tt/2sxn8eI

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Gelombang Mudik, Gelombang Berkah di Stasiun Senen"

Post a Comment

Powered by Blogger.