Pria yang berasal Kebumen, Jawa Tengah itu mengatakan mendapat penghasilan yang lebih tinggi ketika musim mudik tahunan itu datang.
“Beda sama hari-hari biasa ya. Kalau hari biasa pagi sampai sore, Rp100 sampai Rp110 ribu. Rejeki kan nggak tentu. Lebaran ada peningkatan dikit lah," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/6).
Udin menuturkan, dirinya bekerja selama 12 jam sehari, dari pukul 07.00 WIB sampai 19.00 WIB. Sistem kerja para porter di Stasiun Senen dibagi ke dalam dua shift. Sedikitnya, ada 175 orang yang bekerja sebagai porter di salah satu stasiun tersibuk di Jakarta ini.
Dari pengamatan CNNIndonesia.com di lapangan, para porter langsung menghampiri penumpang kereta api dan langsung menawarkan jasanya. Mereka dengan cekatan, memanggul barang bawaan para penumpang.
Udin mengatakan dirinya pernah memiliki pengalaman yang unik, ketika membawa barang bawaan dan terpisah dari pemiliknya. Karena harus bertanggung jawab atas barang tersebut, menurut dia, dirinya langsung menyerahkan ke petugas stasiun.
"Kami bawa barang penumpang terus nggak ketemu orangnya. Itu tanggung jawab kami. Terus kita serahkan ke kantor. Intinya pelayanan lah buat para penumpang," tutur Udin.
Penambahan Kereta
Rahmat bekerja menjadi porter menggantikan ayahnya, yang sudah pensiun lantaran sudah sakit-sakitan. "Alhamdulillah, rejeki tambahannya banyak. Karena kan kalau Lebaran keretanya ditambah," kata dia.
Rahmat menyatakan, tak ada patokan harga yang dirinya dan rekan-rekannya lain berikan kepada para penumpang kereta. Menurut dia, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada para penumpang memberikan berapa pun.
Stasiun Pasar Senen memang diserbu puluhan ribu pemudik untuk kembali ke kampung halamannya. Lebaran tahun ini bisa jadi tak hanya membawa kebahagiaan bagi jutaan umat Islam di Tanah Air. Tapi juga pada orang macam Udin dan Rahmat di Senen. (asa)
Baca Kelanjutan Gelombang Mudik, Gelombang Berkah di Stasiun Senen : http://ift.tt/2sxn8eIBagikan Berita Ini
0 Response to "Gelombang Mudik, Gelombang Berkah di Stasiun Senen"
Post a Comment