Jargon pernyataan Susi yang viral di media sosial itu mernurut menurut dia berhasil membuat masyarakat beralih untuk mengonsumsi ikan sebagai lauk.
"Gara-gara jargon 'tidak makan ikan, saya tenggelamkan' itu masyarakat tertarik, konsumsi pun meningkat," ujar Susi di gedung Mina Bahari, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (25/8).Klaim peningkatan jumlah konsumsi ikan itu, diakui Susi terpantau lewat jejaring sosial yang ia miliki yakni Twitter. Masyarakat kata Susi, banyak yang melaporkan kalau mereka kini makan ikan alih-alih daging ayam.
"Saya lihat dari Twitter saja. Setiap hari yang laporan, 'Bu saya sudah makan ikan. Besok saya juga menunya ikan lagi Bu, jangan ditenggelamkan yah Bu'. Mereka mengadu seperti itu. Saya sih senang saja," kata Susi.
Susi pun mencoba menghitung dengan catatan kasar. Jika seluruh pengikutnya, yang berjumlah 490 ribu akun tersebut makan ikan seberat 100 gram per hari, itu akan bagus buat ekonomi."Yang laporan itu ratusan ribu. Follower Twitter saya sekarang 490.000 orang. Jadi kalau mereka makan ikan saja 100 gram saja, itu sudah lumayan, itu bisnis. Sekarang semua orang tertarik pada perikanan dan ini prospek yang luar biasa," kata Susi. </span> (kid/asa)
Baca Kelanjutan Susi Sebut 'Saya Tenggelamkan' Bantu Tingkatkan Konsumsi Ikan : http://ift.tt/2xyQ59EBagikan Berita Ini
0 Response to "Susi Sebut 'Saya Tenggelamkan' Bantu Tingkatkan Konsumsi Ikan"
Post a Comment