Berbeda dari Pulo Gadung yang memang jadi primadona bagi pemudik, Pulo Gebang tergolong sepi pada lebaran. Padahal, terminal yang resmi dibuka pada 2016 ini merupakan terminal bus terbesar di Asia Tenggara.
Dibangun dengan dana Rp450 miliar, Pulo Gebang diproyeksikan menggantikan fungsi dari seluruh terminal sementara atau bayangan yang berjumlah 21 terminal dan tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pulo Gebang juga merupakan salah satu dari dua terminal percontohan bertaraf internasional yang digagas pemerintah.
Hanya saja, terminal yang peresmiannya digelar pada Desember 2016 ini tak kunjung jadi pusat keberangkatan untuk para pengguna bus.
Salah satu penyebabnya ditengarai adalah masalah akses. Terletak di kawasan Jakarta Timur yang sudah dekat dengan wilayah Bekasi, Pulo Gebang hanya bisa diakses dari Jakarta dengan menggunakan bus Transjakarta.
|
"Akses menuju Pulo Gebang dengan layanan Transjakarta rute berapa itu harus diinformasikan," ujar Sugihardjo saat ditemui di Terminal Pulo Gebang, Rabu (28/6). "Ini harapan masyarakat dan kita harus dorong dengan peningkatan sosialisasi dan peningkatan angkutan terusan."
Selain itu, Sugihardjo juga menyoroti kurangnya sosialisasi bahwa aktivitas di Pulo Gadung sudah dipindahkan seluruhnya ke Pulo Gebang, sehingga masih banyak masyarakat yang justru datang ke Pulo Gadung.
Tak ayal, sejumlah PO masih membuka gerai penjualan tiket di Pulo Gadung meski keberangkatan tetap di Pulo Gebang.
Data menunjukkan, jumlah terbanyak penumpang yang meninggalkan Pulo Gebang terjadi pada H-3 dan H-2 Idulfitri yaitu 13.133 dan 13.029 penumpang.
Sementara pada hari H Idulfitri (25 Juni dan 26 Juni) keberangkatan penumpang ada di angka 6.098 dan 5.988 jiwa.
Imbas minimnya akses dan sosialisasi soal Pulo Gebang membuat masyarakat beralih ke moda transportasi kereta api sehingga kepadatan di Stasiun Besar Senen pun tidak terhindarkan.
Berdasarkan data akumulatif sampai Senin kemarin, jumlah penumpang di Stasiun Senen mencapai 316.231 orang selama musim mudik lebaran.
(vws)
Baca Kelanjutan Pulo Gebang, Terminal Megah yang Belum Juga Optimal : http://ift.tt/2tkdygBBagikan Berita Ini
0 Response to "Pulo Gebang, Terminal Megah yang Belum Juga Optimal"
Post a Comment